
Bandung, INFOPAS – Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung menerima 25 orang tahanan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung sebagai hasil dari koordinasi dan kerja sama antara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung dengan Polresta Bandung. Penerimaan tahanan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung beserta jajaran pejabat manajerial dengan Kapolresta Bandung pada 23 Januari lalu di Polrsta Bandung.
Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara Lapas dengan aparat penegak hukum. Melalui koordinasi yang baik, kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam rangka penegakan hukum serta optimalisasi sistem pemasyarakatan.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Margono menyampaikan bahwa penerimaan tahanan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dan berkeadilan. “Kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polresta Bandung, guna memastikan proses pemasyarakatan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku serta memperkuat sinergi antar-penegak hukum,” ujar Kalapas.
Pihak Polresta Bandung juga mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara kepolisian dan pemasyarakatan dalam menjaga ketertiban serta keamanan di lingkungan Lapas maupun masyarakat secara luas. Dengan adanya kerja sama yang baik antara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung dan Polresta Bandung, diharapkan dapat memperkuat sistem peradilan pidana serta meningkatkan efektivitas dalam proses pemasyarakatan dan pembinaan terhadap para tahanan.